Tumbuhan anggrek bunga gelap di samping Masjid SMAN 2 Ngaglik

Anggrek Dendrobium mangosteen merupakan salah satu jenis anggrek hias dari famili Orchidaceae yang termasuk kelompok tumbuhan berbunga (Angiospermae). Tanaman ini dikenal memiliki bunga yang indah dan mencolok dengan variasi warna ungu hingga putih, serta daya tahan yang cukup baik terhadap berbagai kondisi lingkungan tropis. Seperti anggota genus Dendrobium lainnya, tanaman ini banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara dan sering dibudidayakan sebagai tanaman hias karena nilai estetikanya yang tinggi. Fakta unik dari anggrek Dendrobium adalah kemampuannya hidup sebagai epifit, yaitu menempel pada batang atau cabang pohon lain tanpa bersifat parasit.

KLASIFIKASI TUMBUHAN

Kingdom : Plantae
Divisi : Mangnoliophytha
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Orchidaceae
Genus : Dendrobium
Spesies : Dendrobium mangosteen

CIRI-CIRI MORFOLOGIS

Dendrobium mangosteen memiliki batang berbentuk silindris yang disebut pseudobulb, berfungsi menyimpan cadangan air dan nutrisi. Daunnya berbentuk lanset (memanjang dengan ujung meruncing), tersusun berseling, dan berwarna hijau segar. Sistem perakarannya berupa akar serabut dengan lapisan velamen yang membantu menyerap air dari udara, terutama pada jenis yang hidup sebagai epifit.

Bunganya tumbuh dari ruas batang atau ujung batang, memiliki enam helai mahkota (tiga sepal dan tiga petal) dengan satu petal termodifikasi menjadi labellum (bibir bunga) yang biasanya berwarna lebih mencolok. Struktur bunga ini khas pada keluarga Orchidaceae dan berfungsi menarik serangga penyerbuk.

MANFAAT

  • Sebagai tanaman hias, bunga anggrek ini dapat memperindah halaman rumah karena memiliki kelopak-kelopak yang indah dan memiliki warna yang membuat halaman terlihat lebih indah dan enak dipandang.
  • Bunga ini juga memiliki manfaat dengan adanya kandungan bioaktif seperti alkaloid dan flavonoid sehingga bunga anggrek ini juga memiliki peran besar di dunia medis.
  • Kandungan pada anggrek ini juga bermanfaat untuk pengobatan tradisional, contoh penggunaanya anatara lain, digunakan untuk meredakan demam, mengobati luka bakar, dan untuk mengatasi infeksi, karena bersifat antimikroba dan antiinflamasi.

REFERENSI

PENULIS

  1. Anju Felicia Marito Siburian /08 
  2. Athaya Ailsa Bluma/12
  3. Bayu Pratama/15
  4. Daffa Haikal Putra Handoyo  /16
  5. Dominikus Bintang Febrian/19
  6. Rafiah Putri/35
  7. Syaera Polita Hasya/37

Kelas X-B angkatan 2025/2026