Tumbuhan Puring di Utara Masjid

Puring (Codiaeum variegatum L.) atau biasanya dikenal dengan nama kroton merupakan tanaman hias yang bernilai ekonomis. Dulu tanaman ini dikenal sebagai tanaman yang hidup di sekitar makam atau tanaman pagar. Namun saat ini, puring lebih dikenal sebagai tanaman hias karena bentuk dan warnanya yang beragam sehingga memikat konsumennya untuk mengoleksi tanaman ini. Tanaman puring sangat beranekaragam sehingga membuka peluang bagi masyarakat yang menyukai tanaman puring untuk membudidayakan.

Tanaman ini sering dibudidayakan untuk dinikmati keindahannya sebagai tanaman hias. Tiap jenis tanaman puring memiliki ciri khasnya masing-masing dengan bentuk, warna, dan corak daun yang menarik. Kemudian, bukan hanya cantik, kemampuan tanaman ini untuk mendegradasi polutan turut menjadikan puring sebagai penunjang program penghijauan.

Fakta menariknya, puring mengandung senyawa metabolit sekunder seperti terpenoida, alkaloida, flavonoida, saponin dan tannin. Kandungan yang ada pada tanaman hias ini kerap kali membuat puring dimanfaatkan bukan hanya sebagai tanaman hias, namun juga sebagai tanaman herbal oleh masyarakat.

KLASIFIKASI TUMBUHAN

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliospida
Ordo : Euphorbianae
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Codiaeum
Spesies : Codiaeum variegatum

CIRI-CIRI MORFOLOGIS

Daun
Sebagai daya tarik utama, morfologi daun puring memiliki banyak variasi bentuk, corak dan warna. Bentuk daun puring sangat beragam dan unik, diantaranya ada yang berbentuk spiral, ada yang panjang mirip dasi, ada yang mirip buah jengkol, ada yang bulat mirip apel, ada yang menyerupai sendok dan ada juga yang mirip pesawat jet. Keunikan bentuk daun tersebut diperindah oleh motif abstrak dan warna warni cerah yang menhiasi daun puring.

Batang

Batang tanaman puring merupakan batang tunggal dengan sedikit percabangan. Di alam bebas, batang puring dapat tumbuh tinggi hingga mencapai lima meter. Batang dan cabangnya yang berkayu menjadikan puring sangat cocok diperbanyak dengan cangkok dan stek batang.

Bunga

Bunga puring muncul berjajar pada tandan bunga yang tumbuh di pucuk tanaman. Saat belum mekar, morfologi bunga puring berbentuk bulat kecil. Saat mekar, jumlah helai bunganya bervariasi ada yang berhelai lima buah tetapi ada juga yang sampai belasan. Warna bunga puring juga bermacam macam, tergantung pada jenis puringnya.

Akar

puring terdiri atas akar serabut. Akar yang seperti ini diperlukan oleh puring untuk menahan terpaan angin kencang, mengingat di alam puring dapat tumbuh hingga lima meter.

MANFAAT

Daun puring juga mempunyai kemampuan untuk menyerap polutan di udara. Banyak penelitian yang menyatakan jika tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai penunjang program penghijaun untuk mengurangi dampak berbagai pencemaran udara. Selain itu tanaman puring ini juga mempunyai manfaat bagi kesehatan. Banyak kandungan yang terdapat di dalamnya, sehingga digunakan sebagai tanaman herbal seperti memperlancar keluarnya keringat, meredakan sakit perut, dan mengobati cacingan.

REFERENSI

PENULIS

  1. Aira Maharani Saputri
  2. Argha Nabil Permana Adryanto
  3. Athaya Hera Gechina
  4. Gabriel Emilia Diah Maheswari
  5. Mathias Bryan Atmaja
  6. Namira Zahratusita

Kelas X-B – 2025/2026