Tumbuhan Kepel di SMA Negeri 2 Ngaglik

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Banyak jenis tumbuhan yang tumbuh di Indonesia, mulai dari tanaman pangan, tanaman obat, hingga tanaman yang memiliki nilai budaya. Salah satu tanaman yang cukup menarik untuk dipelajari adalah kepel (Stelechocarpus burahol). Tanaman kepel merupakan tumbuhan asli Indonesia yang sejak dahulu sudah dikenal oleh masyarakat Jawa. Pada masa kerajaan, tanaman ini sering ditemukan di lingkungan keraton, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. Buah kepel bahkan dipercaya memiliki manfaat khusus bagi para putri keraton karena dianggap dapat membantu membuat aroma tubuh menjadi lebih harum setelah dikonsumsi secara rutin (Heyne, 1987).

 

KLASIFIKASI TUMBUHAN

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Magnoliales
Famili : Annonaceae
Genus : Stelechocarpus
Spesies : Stelechocarpus burahol

CIRI – CIRI MORFOLOGIS

Famili Annonaceae sendiri merupakan kelompok tumbuhan tropis yang cukup dikenal. Beberapa tanaman dari famili ini juga menghasilkan buah yang dapat dikonsumsi, seperti sirsak dan srikaya. Menurut Simpson (2010), famili Annonaceae banyak ditemukan di wilayah tropis dan memiliki karakteristik bunga serta buah yang cukup khas. Tanaman kepel termasuk jenis pohon berkayu yang dapat tumbuh hingga sekitar 15 sampai 20 meter. Batangnya cukup besar dan kuat dengan kulit batang yang berwarna coklat keabu-abuan.

Daun tanaman kepel berbentuk lonjong dengan ujung yang meruncing. Permukaan daun bagian atas terlihat lebih mengkilap dibandingkan bagian bawahnya. Daun ini berwarna hijau tua dan tersusun secara berselang-seling pada cabang pohon. Salah satu ciri unik dari tanaman kepel adalah posisi bunganya yang sering muncul langsung dari batang pohon. Fenomena ini dikenal dengan istilah cauliflory, yaitu kondisi di mana bunga tumbuh langsung pada batang utama tanaman (Simpson, 2010). Buah kepel berbentuk bulat dengan ukuran sedang. Ketika matang, buahnya berwarna coklat dan memiliki aroma yang khas. Daging buahnya berwarna kekuningan dan di dalamnya terdapat beberapa biji yang cukup keras.

 

MANFAAT

Tanaman kepel memiliki beberapa manfaat yang cukup menarik, baik dari segi budaya, kesehatan, maupun lingkungan.

  1. Memiliki nilai budaya dalam tradisi Jawa

Buah kepel memiliki hubungan yang cukup erat dengan budaya keraton Jawa. Pada masa lalu, buah ini sering dikonsumsi oleh para putri keraton. Hal ini karena buah kepel dipercaya dapat membantu membuat aroma tubuh menjadi lebih harum secara alami (Heyne, 1987). Kepercayaan tersebut membuat tanaman kepel memiliki nilai budaya yang cukup tinggi dalam tradisi masyarakat Jawa.

  1. Berpotensi sebagai tanaman obat

Selain memiliki nilai budaya, tanaman kepel juga memiliki potensi dalam bidang kesehatan.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman dari famili Annonaceae mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pengobatan. 

Menurut Dalimartha (2000), beberapa tanaman dari kelompok ini memiliki kandungan senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan dan memiliki aktivitas biologis tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan.

  1. Tanaman konservasi

Karena saat ini keberadaannya cukup jarang ditemukan, tanaman kepel juga memiliki peran penting dalam upaya pelestarian tumbuhan lokal Indonesia. Menanam kembali tanaman kepel dapat membantu menjaga keanekaragaman hayati serta mencegah punahnya tanaman ini di masa depan. Upaya konservasi tanaman lokal sangat penting karena banyak tanaman tradisional Indonesia yang mulai jarang ditemukan akibat perubahan lingkungan dan perkembangan pembangunan.

  1. Tanaman peneduh

Selain manfaat di atas, pohon kepel juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh. Tajuk pohonnya yang cukup lebat mampu memberikan keteduhan sehingga cocok ditanam di taman, halaman rumah, maupun area sekolah

 

REFERENSI

Dalimartha, S. 2000. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Trubus Agriwidya.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan.

Rukmana, R. 2004. Budidaya Tanaman Buah Lokal. Yogyakarta: Kanisius.

Simpson, M. G. 2010. Plant Systematics. Academic Press.

 

PENULIS

  1. Stephanie Karen D.A.M.A.R
  2. Nandika Tunangayodya
  3. Eka Adha Widyastuti
  4. Rizqi Afikno Hidayat
  5. Enrique Sidhiq Lieputra

Kelas X A – 2025/2026