Tumbuhan Rambutan di SMA Negeri 2 Ngaglik

Rambutan merupakan salah satu buah tropis yang cukup familiar bagi masyarakat Indonesia. Buah ini mudah dikenali karena kulitnya memiliki rambut-rambut halus yang menjadi ciri khasnya. Selain rasanya yang manis dan segar, rambutan juga cukup mudah ditemukan, baik di pasar tradisional, kebun buah, maupun di halaman rumah. Tanaman rambutan berasal dari wilayah Asia Tenggara dan sudah lama dibudidayakan oleh masyarakat di daerah tropis. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki curah hujan cukup tinggi dan tanah yang subur (Rukmana, 2004). 

 

KLASIFIKASI TUMBUHAN

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Sapindaceae
Genus : Nephelium
Spesies : Nephelium lappaceum

 

 

CIRI-CIRI MORFOLOGIS

Tanaman rambutan termasuk dalam famili Sapindaceae, yaitu kelompok tanaman yang banyak ditemukan di daerah tropis. Beberapa tanaman lain yang masih satu famili dengan rambutan adalah leci dan kelengkeng. Menurut Simpson (2010), tanaman dalam famili Sapindaceae umumnya menghasilkan buah yang memiliki kandungan gula cukup tinggi sehingga rasanya manis. Pohon rambutan termasuk tanaman berkayu yang dapat tumbuh cukup tinggi, bahkan bisa mencapai sekitar 10 sampai 20 meter. Batangnya cukup kuat dan memiliki banyak percabangan. Kulit batangnya berwarna coklat keabu-abuan dengan permukaan yang agak kasar.

Daun rambutan berbentuk lonjong dengan ujung yang sedikit meruncing. Daunnya berwarna hijau tua dan tersusun secara majemuk pada tangkai daun. Jika dilihat dari kejauhan, pohon rambutan biasanya terlihat cukup rindang karena daunnya tumbuh cukup lebat. Buah rambutan memiliki bentuk yang bulat hingga agak lonjong. Kulit buahnya dipenuhi rambut-rambut halus yang menjadi ciri khas dari buah ini. Ketika sudah matang, warna kulit rambutan biasanya berubah menjadi merah atau kuning. Bagian dalam buahnya berwarna putih bening dan memiliki rasa yang manis serta sedikit asam (Dalimartha, 2000).

 

MANFAAT

Buah rambutan memiliki beberapa manfaat bagi manusia. Yang paling jelas tentu saja sebagai buah konsumsi. Banyak orang menyukai rambutan karena rasanya manis dan segar. Buah ini biasanya dimakan langsung setelah dikupas, tetapi juga bisa diolah menjadi manisan atau campuran dalam minuman segar.

Selain itu, rambutan juga mengandung beberapa zat gizi seperti vitamin C dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh (Dalimartha, 2000). Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa bagian kulit dan daun rambutan memiliki kandungan senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan (Perera et al., 2008).

Di sisi lain, pohon rambutan juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh karena memiliki tajuk yang cukup lebat. Tidak jarang pohon ini ditanam di halaman rumah atau di lingkungan sekolah.

 

REFERENSI

Dalimartha, S. (2000). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Trubus Agriwidya.

Perera, R. et al. (2008). Antioxidant properties of rambutan fruit. Food Chemistry, 109(2).

Rukmana, R. (2004). Budidaya Tanaman Buah Lokal. Yogyakarta: Kanisius.

Simpson, M. G. (2010). Plant Systematics. Academic Press.

 

PENULIS

  1. Arum Mardani
  2. Caca Sugita
  3. Caius Pramono
  4. Arya Bima Wicaksono
  5. Silvia Anindya Setianingrum
  6. Yosephita Putri Ratnaningsih

Kelas X A – 2025/2026