Tumbuhan Kepel di Depan XI-D

Tanaman kepel atau Kepel (nama ilmiah: Stelechocarpus burahol) merupakan tanaman buah asli Indonesia yang banyak ditemukan di wilayah Jawa dan dahulu dikenal sebagai tanaman khas lingkungan keraton, terutama di Yogyakarta. Pohon kepel tumbuh tegak dengan tinggi dapat mencapai sekitar 10–25 meter, berdaun lebat berwarna hijau tua mengkilap, serta memiliki bunga kecil yang muncul langsung pada batang (kauliflori). Buahnya berbentuk bulat hingga lonjong, berwarna coklat ketika matang, berdaging lembut dengan rasa manis dan sedikit asam. Selain dikonsumsi, kepel juga dikenal memiliki manfaat tradisional, seperti dipercaya membantu mengurangi bau badan dan melancarkan pencernaan.

KLASIFIKASI TUMBUHAN

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Magnoliales
Famili : Annonaceae
Genus : Stelechocarpus
Spesies : Stelechocarpus burahol

CIRI-CIRI MORFOLOGIS

Pohon kepel (Stelechocarpus burahol) merupakan tanaman berkayu yang termasuk dalam famili Annonaceae. Pohon ini dapat tumbuh hingga sekitar 10–25 meter dengan batang tegak, bercabang rendah, dan memiliki kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan. Daunnya berbentuk lonjong hingga elips, berwarna hijau tua mengilap di bagian atas dan lebih pucat di bagian bawah. Daun tersusun berseling dengan tulang daun yang jelas terlihat.

Bunga pohon kepel tumbuh langsung pada batang (kauliflori) dan berwarna kuning kehijauan hingga cokelat muda. Buahnya berbentuk bulat atau sedikit lonjong, berwarna cokelat ketika matang, dengan diameter sekitar 4–6 cm. Daging buah berwarna kekuningan, bertekstur lembut, dan memiliki aroma harum khas.batang lurus berwarna coklat-kelabu, percabangan monopodial, dan buah yang tumbuh bergerombol langsung pada batang/cabang tua (cauliflory). Daunnya tunggal, lonjong, hijau gelap mengkilap, sedangkan buahnya bulat-lonjong (seukuran kepalan tangan) dengan daging manis beraroma harum.

MANFAAT

1. Manfaat Buah Kepel

Buah kepel yang matang memiliki aroma khas serta kaya vitamin dan senyawa bioaktif yang baik bagi kesehatan tubuh. Secara tradisional, buah ini dikenal sebagai deodoran alami karena dapat membantu mengurangi bau badan, bau napas, dan bau keringat. Bahkan, sejak dahulu putri keraton dipercaya mengonsumsi buah ini untuk menjaga aroma tubuh tetap harum.

Selain itu, buah kepel juga berfungsi sebagai diuretik alami yang membantu melancarkan buang air kecil sehingga dapat mendukung proses pembersihan ginjal dan membantu mencegah radang ginjal. Kandungan vitamin C dan vitamin A di dalamnya juga bermanfaat untuk kesehatan kulit, membantu regenerasi sel, meningkatkan produksi kolagen, serta memperlambat tanda-tanda penuaan.

Buah kepel juga diketahui mampu meningkatkan sistem imun karena kandungan vitamin dan mineralnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa buah ini memiliki sifat hepatoprotektif, yaitu membantu melindungi fungsi hati dan mempercepat regenerasi sel hati yang rusak. Selain itu, kandungan senyawa seperti acetogenin, isoflavon, dan styryl lactons berpotensi membantu mencegah perkembangan sel kanker.

2. Manfaat Daun Kepel

Daun kepel juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional. Ekstrak daun kepel diketahui mampu menurunkan kadar asam urat dengan menghambat aktivitas enzim xantin oksidase. Selain itu, konsumsi daun kepel, baik sebagai rebusan maupun lalapan, dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Daun ini juga kaya akan senyawa antioksidan seperti fenolik dan flavonoid yang membantu melindungi tubuh dari radikal bebas. Sifat antiinflamasi dan antibakteri pada daun kepel juga membuatnya bermanfaat untuk membantu melawan infeksi dan peradangan dalam tubuh.

3. Manfaat Akar dan Biji Kepel

Dalam pengobatan tradisional, akar kepel sering digunakan untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan seperti diare dan disentri. Sementara itu, biji kepel dipercaya memiliki khasiat sebagai obat demam dan membantu mengatasi infeksi cacing pada tubuh.

4. Manfaat Batang atau Kayu Kepel

Tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, batang atau kayu kepel juga memiliki nilai guna dalam kehidupan sehari-hari. Kayunya yang kuat dan lurus dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan perabot rumah tangga. Dengan perlakuan tertentu seperti perendaman, kayu kepel bahkan dapat bertahan lebih dari 50 tahun.

5. Membantu Mengatasi Asam Urat dan Kolesterol

Selain dari daunnya, buah kepel juga memiliki komponen yang bersifat antihiperurisemik, yaitu membantu menormalkan kadar asam urat dalam tubuh. Kandungan polifenol, saponin, dan flavonoid pada buah maupun bijinya juga berperan dalam menurunkan kadar kolesterol tinggi, sehingga baik untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

REFERENSI

 

PENULIS

  1. AL FAHRIZA DAVA H.P. (1/XG/28)
  2. ALFIANO GOFY DELTA F. (2/XG/28)
  3. MUHAMMAD DZAKI KEVIN A(15/XG/28)
  4. MUHAMMAD RASYA A. (17/XG/28)
  5. NAKHLAN A.S. (21/XG/28)
  6. NATAN ALVAREZA AFRIANTO(22/XG/28)