
Kaliandra Merah (Calliandra calothyrsus) Kaliandra merah adalah tanaman jenis perdu asli Amerika Tengah dan Meksiko. Kulit batangnya berwarna merah keabu-abuan. Bunganya berbentuk mangkuk dengan lima kelopak yang tersusun teratur dan banyak benang merah panjang (Plant Booklet Project). Kaliandra merah merupakan jenis legum tidak berduri yang biasanya tingginya sekitar 5-6 m, namun dapat mencapai tinggi 12 m. Memiliki batang lurus dengan diameter hingga 30 cm dan banyak cabang yang membentuk kanopi lebat. Warna kulit kayunya sangat bervariasi, dari putih hingga coklat merah atau coklat kehitaman.
KLAFISIFIKASI TUMBUHAN
| Kingdom | : | Plantae |
| Divisi | : | Magnoliophyta |
| Kelas | : | Equisetopsida |
| Ordo | : | FabalesFabales |
| Famili | : | Fabaceae |
| Genus | : | Calliandra |
| Spesies | : | Calliandra haematocephala Hassk |
CIRI-CIRI MORFOLOGIS
Calliandra merupakan tanaman leguminosa berbentuk pohon kecil yang hampir selalu hijau dan tidak memiliki duri. Tingginya umumnya berkisar antara 5–6 meter, namun pada kondisi tertentu dapat tumbuh hingga mencapai 12 meter. Batangnya tumbuh tegak dengan diameter yang dapat mencapai 30 cm serta memiliki banyak percabangan sehingga membentuk tajuk yang rimbun. Warna kulit batangnya beragam, mulai dari putih, cokelat kemerahan, hingga cokelat kehitaman, dengan permukaan yang umumnya halus meskipun kadang tampak berbulu tipis. Tanaman ini mempunyai sistem perakaran yang kuat dan berkembang pesat, mampu menembus kedalaman 1,5–2 meter hanya dalam waktu 4–5 bulan. Akarnya terdiri atas akar permukaan (adventif) dan akar yang tumbuh lebih dalam, bahkan terkadang membentuk akar tunggang, serta mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium sehingga menghasilkan bintil akar. Tunas baru juga mudah muncul dari bagian akar, sehingga tanaman ini tahan terhadap pemangkasan rutin dan dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun.
Daun Calliandra tersusun berseling dan berbentuk majemuk menyirip ganda (bipinnate) dengan panjang rachis sekitar 10–19 cm serta memiliki 6–20 pasang pinna. Setiap pinna berukuran 4–7 cm dan terdiri atas 19–60 pasang anak daun kecil yang tersusun berhadapan, berbentuk linier dengan ujung runcing atau tumpul, berukuran sekitar 5–8 mm × 1 mm. Bunganya muncul pada bagian ujung cabang dalam bentuk rangkaian menyerupai bulir sepanjang 10–30 cm. Bunga-bunga tersebut berwarna ungu kemerahan dengan benang sari yang panjang dan mencolok, yang menjadi ciri khas tanaman ini. Buahnya berupa polong pipih berbentuk linier, berbulu, mudah pecah ketika matang, berukuran 8–11 cm × 1 cm, dan berwarna cokelat. Setiap polong berisi 3–15 biji berbentuk elips pipih dengan panjang sekitar 5–7 mm serta berwarna cokelat tua berbintik.
MANFAAT
- Penghijauan
kaliandra untuk pohon penghijauan
kaliandra untuk pohon penghijauan
Pohon kaliandra (Calliandra calothyrsus) sangat cocok untuk penghijauan dan penjernihan kota karena sejumlah karakteristik dan manfaat ekologisnya yang signifikan.Daun kaliandra yang majemuk menyirip ganda memberikan tampilan yang lebat dan rimbun. Ini menciptakan area hijau yang teduh dan menyejukkan.Perkotaan yang panas dan terik sinar matahari serta minim pepohonan dapat diatasi dengan menanam pohon kaliandra.Pohon kaliandra memiliki daun yang berukuran kecil namun jumlahnya sangat banyak sehingga dapat menghalau sinar matahari secara maksimal.
- Pohon Hias
kaliandra pohon hias
Bunga kaliandra yang berwarna cerah menambah keindahan visual di kota, meningkatkan estetika area hijau perkotaan.Kehadiran pohon dan area hijau di kota telah terbukti memiliki efek positif pada kesehatan mental penduduk, termasuk pengurangan stres dan peningkatan kesejahteraan umum.Bunga dari pohon kaliandra berbentuk bulat yang tersusun dari benang sari dan batang putih bunga berwarna merah sehingga terlihat lembut dan nyaman untuk dipegang.
- Penangkal Erosi & Penyubur Tanah
Pohon kaliandra ini dikenal sebagai tanaman konservasi yang mampu tumbuh di lahan marginal (tidak produktif). Selain berpotensi sebagai sumber bioenergi, Kaliandra Merah juga dapat secara bertahap meningkatkan kesuburan tanah dan mengendalikan erosi.Sistem pohon kaliandra yaitu, Akar pohon Kaliandra tumbuh dalam dan menyebar luas, yang membantu menahan partikel tanah dan mengurangi erosi. Struktur akar ini mengikat tanah, sehingga mengurangi risiko tanah terbawa oleh air hujan atau angin.Kaliandra memiliki nodul akar yang berasosiasi dengan bakteri penambat nitrogen (Rhizobium). Bakteri ini mengubah nitrogen dari udara menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tanaman, sehingga meningkatkan kandungan nitrogen dalam tanah. Nitrogen adalah nutrisi esensial untuk pertumbuhan tanaman.
REFERENSI
Heuzé V. , Tran G. , Doreau M. , Lebas F. , 2017. Calliandra (Calliandra calothyrsus) . Feedipedia, sebuah program oleh INRAE, CIRAD, AFZ dan FAO.
Admin.(2024-2026)Calliandra haematocephala
Calliandra haematocephala https://share.google/YHsWXAXbpviMEsXwe. Diakses pada Rabu, 4 Maret 2026 jam 12.05.
Admin.(2023/2024). KEPEL: POHON BERHARGA DENGAN MAKNA FILOSOFIS. https://sman2ngaglik.sch.id/2024/05/14/kepel-pohon-berharga-dengan-makna-filosofis/. Diakses pada Rabu, 4 Maret 2026 jam 12.20.
Tanisejahtera. 2024. Pohon Kaliandra: Ciri – Ciri & Manfaat Serta Kegunaan.
https://tanisejahtera.co.id/2024/06/15/pohon-kaliandra-ciri-ciri-manfaat-serta-kegunaan/ . Diakses pada Rabu, 4 Maret 2026 jam 12.25.
Admin.(2025). POHON KALIANDRA: DESKRIPSI POHON KALIANDRA MERAH.
https://sda.pu.go.id/balai/bbwscimancis/berita/read/kaliandra-merah-calliandra-calothyrsus-meisn
Diakses pada Rabu, 4 Maret 2026 jam 12:41.
PENULIS
- Afrizal Asta Nurdian
- Andamar Bawera Candaka
- Andina Dhea Nafisa
- Endwin Nasywaa Ariibah
- Luisa Widiyatna Latri
- Nimas Sheila Shivania
Kelas X A – 2025/2026