
Tanaman jarak tintir (Jatropha multifida) merupakan tanaman tropis yang sering ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman ini mudah dikenali dari bentuk daunnya yang menjari serta bunganya yang berwarna merah cerah sehingga sering dijadikan tanaman hias di pekarangan rumah. Jarak tintir berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Karibia, tetapi kini telah menyebar ke berbagai negara tropis. Meskipun terlihat indah, tanaman ini sebenarnya memiliki kandungan zat beracun pada beberapa bagiannya seperti daun, biji, dan getah. Jika bagian tanaman tersebut tertelan atau terkena dalam jumlah tertentu, dapat menimbulkan efek seperti iritasi, mual, atau muntah sehingga penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati.
KLAFISIFIKASI TUMBUHAN
| Kingdom | : | Plantae |
| Divisi | : | Magnoliophyta |
| Kelas | : | Magnoliopsida |
| Ordo | : | Euphorbiales |
| Famili | : | Euphobiaceae |
| Genus | : | Jatropha |
| Spesies | : | Jatropha multifida L. |
CIRI-CIRI MORFOLOGIS
- Akar : Memiliki sistem perakaran tunggang, berbonggol.
- Batang : Berkayu (lignosus) dengan pangkal batang membesar. Bentuk batang bulat (teres) permukaan berbulu, bergetah. Ketika masih muda batang berwarna hijau dan setelah tua menjadi putih kehijauan.
- Daun : Tunggal yang tersebar. Panjang 5-15 cm, lebar 6-16 cm. Tanaman Jatropha multifida L. termasuk daun berbentuk bulat (orbicularis). Ujung daun (apex folii) meruncing (acuminatus), pangkal daun (basis folii) berlekuk (emarginatus), permukaan atas dan bawah daun suram (opacus), pertulangan daun menjari (palminervis), tepi daun (margo folii) bertoreh (divisus) dengan tepi daun berbagi (partitus).
- Bunga : Majemuk (inflorescentia racemosa), tempat tumbuh bunga di ujung batang (flos terminalis). Inflorescentia racemosa ibu tangkai becabang-cabang dan cabangnya dapat bercabang lagi sehingga bunga-bunga tidak terdapat pada ibu tangkainya, bertipe malai (panicula), Warna ibu tangkai bunga berwarna hijau dan jika tua berwarna cokelat. Bunga berwarna merah dan termasuk ke dalam bunga yang berkelamin dua (hermaproditus), yaitu bunga yang mempunyai benang sari (alat kelamin jantan) dan putik (alat kelamin betina). Benang sari (stamen) berjumlah delapan dan kepala sari berbentuk tapal kuda, warna benang sarinya sendiri berwarna kuning. Putik (pistillum) pada bunga memiliki tiga daun buah yang saling berlekatan. Mahkota bunga (corolla) terdapat 5 petala yang yang tidak berlekatan (polypetalus). Sementara itu, kelopak bunga (calyx) terdapat 5 sepala yang saling berlekatan (gamosepalus) dengan calyx berwarna merah sama dengan warna corolla, dan berdasarkan banyak sedikitnya bagian yang berlekatan (panjang pendeknya pancung-pancung di bagian atas kelopak), kelopak bunga bercangap (fissus),
- Buah (fructus) : Berbentuk bulat telur atau elips dengan panjang ± 2,5 cm dan diameter 2-4 cm yang mana buah yang masih muda berwarna hijau dan apabila sudah tua berwarna cokelat.
- Biji (semen) : Berbentuk lonjong dengan panjang ± 2 cm dengan ketebalan sekitar 1 cm.
MANFAAT
Di balik kandungan racunnya, jarak tintir juga diketahui memiliki beberapa manfaat dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini mengandung senyawa alami seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid yang memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi. Kandungan tersebut dipercaya dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi serta mempercepat proses penyembuhan luka. Di beberapa daerah, masyarakat memanfaatkan daun atau getah tanaman ini untuk membantu mengatasi luka ringan dan beberapa masalah kulit. Walaupun begitu, pemanfaatannya tetap harus dilakukan dengan pengetahuan yang tepat agar tidak menimbulkan efek yang berbahaya bagi kesehatan.
Selain menjadi tanaman hias, Jarak Bali juga memiliki berbagai manfaat dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini dikenal memiliki sifat analgesik (pereda nyeri), anti radang, dan mampu menghilangkan bengkak. Selain itu, Jarak Bali juga dapat digunakan sebagai detoksikan untuk membuang racun dan sebagai penurun panas.
REFERENSI
Gunakan sumber referensi yang kredibel. Bukan blogspot pribadi yang tidak ada penyuntingnya.
IDN Times, Inisial. (20 Oktober 2025). 5 Fakta Jarak Tintir, Tanaman Beracun yang Bisa Dijadikan Obat. https://www.idntimes.com/science/discovery/fakta-jarak-tintir-c1c2-01-nz139-5dfjzw%E2%81%A0%EF%BF%BD Diakses pada Hari Kamis tanggal 12, Maret 2026
Socfindo Conservation, Inisial. (20 Oktober 2025). Daun Betadine. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/752 Diakses pada Hari Kamis tanggal 12, Maret 2026
PENULIS
- Asa Dwi Fathonah
- Hanifa Daim Arifa
- Naurah Aisha Sahda Ryani
- Rafika Septya Putri
- Shabrina Fadhilah Yaasmiin
- Syaskia Salsabila Wijaya
Kelas X F – TA 2025/2026