Tumbuhan paku tanduk rusa, di bagian lapangan upacara depan UKS

 

 

Paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) merupakan tanaman paku epifit yang terkenal karena bentuk daunnya menyerupai tanduk rusa. Tanaman ini banyak dijadikan hiasan gantung atau dekorasi taman karena tampilannya yang unik dan estetik. Paku tanduk rusa hidup menempel pada batang pohon tanpa mengambil nutrisi dari pohon inangnya. Salah satu fakta unik dari tanaman ini adalah memiliki dua jenis daun dengan fungsi berbeda, yaitu daun pelindung untuk menyerap air dan unsur hara serta daun menjuntai yang berfungsi menghasilkan spora untuk berkembang biak.

KLASIFIKASI TUMBUHAN

Kingdom Plantae
Divisi Pteridophyta
Kelas Polipodiopsida
Ordo Polypodiales
Famili Polypodiaceae
Genus Platycerium
Spesies Platycerium bifurcatum

 

DESKRIPSI MORFOLOGI

Paku tanduk rusa memiliki bentuk daun yang khas dan terbagi menjadi dua jenis. Daun pertama berbentuk bulat melebar dan menempel pada media tumbuh, berfungsi melindungi akar serta menyerap unsur hara. Daun kedua berbentuk panjang bercabang menyerupai tanduk rusa dengan warna hijau hingga hijau keabu-abuan.

Tanaman ini tidak memiliki batang sejati seperti pohon, melainkan batang pendek berupa rimpang. Sistem perakarannya berupa akar serabut yang berfungsi melekat pada media tumbuh seperti batang pohon, sabut kelapa, atau papan kayu.

Paku tanduk rusa tidak menghasilkan bunga maupun biji karena berkembang biak menggunakan spora yang terdapat di bagian bawah daun fertil.

 

MANFAAT DAN KHASIAT

Paku tanduk rusa memiliki manfaat utama sebagai tanaman hias karena bentuknya yang unik dan menarik. Tanaman ini sering digunakan untuk mempercantik taman, teras rumah, maupun dinding tanaman gantung.

Secara ekologis, tanaman ini membantu menjaga kelembapan udara dan menambah kesejukan lingkungan. Selain itu, keberadaan tanaman hijau juga dapat membantu meningkatkan kualitas udara di sekitar.

Dalam beberapa pengobatan tradisional, bagian daun paku tanduk rusa dipercaya dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi peradangan dan luka ringan, meskipun penggunaannya masih terbatas dan belum banyak diteliti secara medis.

 

REFERENSI

Wikipedia Indonesia. “Platycerium bifurcatum.” Diakses dari id.wikipedia.org

Encyclopaedia Britannica. “Staghorn Fern.” Diakses dari britannica.com

Kew Science. “Plants of the World:Online: Platycerium bifurcatum.” Diakses dari powo.science.kew.org

 

PENULIS

  1. Anindya Putri Aulia (04)
  2. Nirwasita Idzni Ika S (23)
  3. Revalena Putri (27)
  4. Sheril Indi C.P (31)
  5. Shifa Avena (33)
  6. Sofia Andita (34)