
Tumbuhan Andong merah (Cordyline fruticosa (L.) A.Chev.) di depan Kelas XII-G
Tanaman Andong Merah (Cordyline fruticosa) merupakan perdu asal Asia Tenggara hingga Polinesia yang memiliki karakteristik batang tegak serta daun merah kecokelatan yang kaya akan senyawa aktif seperti saponin, tanin, dan flavonoid. Selain dimanfaatkan secara tradisional sebagai penghias halaman dan sarana ritual keagamaan di Bali, tanaman ini terbukti secara ilmiah memiliki berbagai manfaat medis, di antaranya sebagai obat kencing berdarah, pencegah keguguran, hingga agen antibakteri untuk diare. Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun sebesar 15% sangat efektif dalam mempercepat penyembuhan luka, menegaskan potensi besar tanaman ini sebagai bahan obat herbal yang belum banyak disadari oleh masyarakat luas.
KLAFISIFIKASI TUMBUHAN
| Kingdom | : | Plantae |
| Divisi | : | Tracheophyta |
| Kelas | : | Magnoliopsida |
| Ordo | : | Asparagales |
| Famili | : | Asparagaceae |
| Genus | : | Cordyline |
| Spesies | : | Cordyline fruticosa (L.) A. Chev (ITIS, n.d.) |
CIRI-CIRI MORFOLOGIS
Andong Merah adalah tanaman perdu yang tumbuh tegak dengan ketinggian rata-rata antara 2 sampai 4 meter dan memiliki batang yang bulat serta jarang bercabang. Daunnya merupakan ciri paling khas: berwarna merah kecoklatan atau merah tua yang mencolok, tumbuh langsung dari batang dan berbentuk lanset panjang yang memanjang ke atas. Batang yang keras dan corak warna daun ini membuatnya sering ditanam sebagai tanaman hias atau penghias halaman rumah karena penampilannya yang menarik.
Selain bentuk dan warna daun, tanaman ini juga tahan terhadap kekeringan dan bisa tumbuh di berbagai kondisi tanah di iklim tropis. Di beberapa daerah, andong merah juga dipandang memiliki nilai budaya dan kepercayaan tertentu, serta kadang digunakan dalam upacara tradisional atau sebagai penghias banten.
MANFAAT
Andong merah tidak hanya berfungsi sebagai tanaman hias, tetapi juga memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan dan kesehatan. Tanaman ini sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari karena keindahan, ketahanan, serta kandungan senyawa alaminya.
Beberapa manfaat andong merah antara lain:
Tanaman hias dan penghias lingkungan
Andong merah banyak ditanam di halaman rumah, sekolah, dan taman karena warna daunnya yang merah keunguan memberikan kesan indah, segar, dan tropis. Tanaman ini mampu meningkatkan estetika lingkungan dan menciptakan suasana yang lebih asri.
Pembatas lahan atau pagar alami
Batangnya tegak dan tumbuh rapat sehingga sering digunakan sebagai pagar hidup atau pembatas area. Selain memperindah, fungsi ini juga membantu menata ruang dan melindungi area tertentu.
Tanaman obat tradisional
Daun andong merah mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi digunakan dalam pengobatan tradisional. Senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi membantu menurunkan kadar glukosa darah serta mempercepat penyembuhan luka.
Mendukung kesehatan dan penelitian budidaya
Ekstrak daun andong merah mengandung polifenol dan flavonoid yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan efisiensi pemanfaatan nutrisi, sehingga berpotensi digunakan dalam bidang budidaya, misalnya untuk meningkatkan pertumbuhan ikan.
REFERENSI
- Prayitno, S., Edikamal, S., & Izza, N. (2024). Efektivitas Ekstrak Daun Andong Terhadap Kesembuhan Luka Bakar Pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus). https://doi.org/10.36733/medicamento.v5i2.848. Diakses pada Hari Kamis tanggal 26 Februari 2026.
- Kusuma Jaya, Gede Agus. “Mengenal Lebih Dekat Tanaman Hanjuang Merah Beserta Manfaat dan Mitosnya.” Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, 2024,
https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/54_mengenal-lebih-dekat-tanaman-hanjuang-merah-beserta-manfaat-dan-mitosnya. Diakses pada 26 Februari 2026. - Aprilianti, Alfinda Dwi., Antonius, B, & Christianto A. 2021. Efektivitas Ekstrak Daun Andong Merah(Cordyline Fruticosa (L)A. Cheval) Secara Topikal Terhadap Penyembuhan Luka Pada Kelinci (Oryctolagus Cuniculus) https://share.google/e5Y6zqd8sAmhEvkV4. Diakses pada Hari Kamis tanggal 26 Februari 2026
PENULIS
- Intan Alya Hapsari
- Maura Destiana Putri
- Muhammad Ridho Hafid Bagaskoro
- Nadhiraa Zalfa Febiannisa
- Raditya Wahyu Prasetyo
- Syaakira Nidaa Putri
Kelas X-D Tahun Ajaran 2025/2026